10.20.2015

Apakah Itu Demam Tifoid (Typhoid Fewer)

Tuesday, October 20, 2015 by MR Penyubiru ·
Labels: ,

Demam tifoid (thypoid fewer) adalah suatu penyakit infeksi sistemik bersifat akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Demam tifoid (thypoid fewer) ditandai oleh panas berkepanjangan,ditopang dengan bakteremia tanpa keterlibatan struktur endotelial atau endokardial dan invasi bakteri sekaligus multiplikasi ke dalam sel fagosit mononuklear dari limpa,kelenjar limfe usus dan Peyer’s patch.


Terjadinya penularan demam tifoid (thypoid fewer) atau salmonella typhi ini adalah sebagian besar dari makanan/minuman yang tercemar oleh kuman yang berasal dari penderita atau pembawa kuman, biasanya keluar bersama-sama dengan tinja (melalui rute oral fekal = jalur oro-fekal). 




TANDA-TANDA KLINIS

Demam tifoid (thypoid fewer) yang tinggi 39° sampai   40 °C, yang meningkat secara perlahan. Pada minggu pertama demam tinggi ini akan berlangsung sore dan malam hari, sedangkan pada pagi dan siang hari cenderung menurun. Secara bertahap suhu tubuh akan naik dan bertahan pada suhu tinggi ( 39° sampai 40 °C) pada minggu ke dua.



Gangguan pada pencernaan seperti: nyeri perut, kembung, mual, muntah, diare/konstipasi.
Terdapa gangguan kesadaran (delirium) atau pada demam thypoid yang berat dapat terjadi kejang dan ikterus.

Gejala tambahan yang dapat muncul juga antara lain : sakit kepala, kehilangan nafsu makan, bada lemas dn nyeri otot (mialgia).

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Darah tepi : leukopeni, aneosinofilia, limofositosis relatif, trombositopenia (pada demam tifoid berat).
Serologi : Uji serologi standar yang rutin digunakan untuk mendeteksi antibody terhadap kuman S.typhi yaitu uji Widal. (interpretasi dengan sangat hati-hati).
PENGOBATAN

Sebagian besar pasien demam tifoid dapat diobati di rumah dengan istirahat total / tirah baring, isolasi yang memadai, pemenuhan kebutuhan cairan, nutrisi serta pemberian antibiotik. Tetapi pada keadaan kasus yang berat, harus dirawat di Rumah sakit agar terkoreksi dan tercapainya pemenuhan kebutuhan cairan, elektrolit dan nutrisi serta observasi kemungkinan adanya penyulit atau komplikasi yang dapat terjadi.

Pengobatan antibiotik merupakan pengobatan utama larena pada dasarnya patogenesis infeksi Salmonella typhi berhubungan dengan keadaan bakteriemia. Obat-obat antimikroba yang sering digunakan antara lain

1.  Kloramfenikol
Dosis yang dianjurkan ialah 50 - 100 mg/kgbb/hari, selama 10 - 14 hari. Untuk neonatus penggunaan obat ini sebaiknya dihidari, dan bila terpaksa, dosis tidak boleh melebihi 25 mg/kgBB/hari, selama 10 hari.

2.  Tiamfenikol
Komplikasi hematologi pada penggunaan Tiamfenikol jarang dilaporkan. Dosis oral dianjurkan 50 - 100 mg/kgBB/hari, selama 10 - 14 hari.

3.  Kotrimoksasol
Dapat digunakan untuk kasus yang resisten terhadap kloamfenikol, penyerapan di usus cukup baik, dan kemungkinan timbulnya kekambuhan pengobatan pengobatan lebih kecil dibandingkan kloramfenikol. Kelemahannya ialah dapat terjadi skin rash (1 - 15%), sindrom Steven Johnson, argunulositosis, trombositopenia, anemia megaloblastik, hemolisis eritrosit  terutama pada penderita G6PD, dosis oral yang dianjurkan adalah 30 - 40 mg/kgbb/hari Sulfametoksazoldan 6 - 8 mg/kgBB/hari untuk Trimetoprim, diberikan dalam 2 kali pemberian, selama 10 - 14 hari.

4.  Ampisilin dan Amoksisilin
Dapat digunakan pada kasus yang resisten terhadap Kloramfenikol. Kelemahannya dapat terjadi skin rash (3 - 18%), dan diare (11%). Ampisilin mempunyai daya anti bakteri yang sama dengan Ampisilin, terapi penyerapan peroral lebih baik sehingga kadar obat yang tercapai 2 kali lebih tinggi, dan lebih sedikit timbulnya kekambuhan (2 - 5%) dan karier (0 - 5%). Dosis yanng dianjurkan adalah : Ampisilin 100 - 200 mg/kgBB/hari, selama 10 - 14 hari. Pengobatan demam tifoid yang menggunakan obat kombinasi tidak memberikan keuntungan yang lebih baik bila diberikan obat tunggal.

5.  Seftriakson
Dosis yang dianjurkan adalah 50 - 100 mg/kgBB/hari, tunggal atau dalam 2 dosis iv.

6.  Sefotaksim
Dosis yang dianjurkan adalah 150 - 200 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 - 4 dosis iv.

7.  Siprofloksasin
Dosis yang dianjurkan adalah 2 x 200 - 400 mg oral pada anak berumur lebih dari 10 tahun.

PENCEGAHAN 

Ada beberapa pencegahan yang dapat kita lakukan :

1.  Non vaksin
 Secara umum, untuk memperkecil kemungkinan tercemar S.typhi, maka setiap individu harus memperhatikan kualitas makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Salmonella typhi di dalam air akan mati apabila dipanasi setinggi 57ºC untuk beberapa menit atau dengan proses iodinasi/klorinasi. 
 Untuk makanan, pemanasan sampai suhu 57ºC beberapa menit dan secara merata juga dapat mematikan kuman Salmonella typhi. Penurunan endemisitas suatu negara/daerah tergantung pada baik buruknya pengadaan sarana air dan pengaturan pembuangan sampah serta tingkat kesadaran individu terhadap higiene pribadi. Imunisasi aktif dapat membantu menekan angka kejadian demam tifoid. 


 2. Dengan vaksin

Saat sekarang dikenal tiga macam vaksin untuk penyakit demam tifoid, yaitu yang berisi kuman yang dimatikan, kuman hidup dan komponen Vi dari Salmonella typhi. Vaksin yang berisi kuman Salmonella typhi hidup yang dilemahkan (Ty-21a) diberikan peroral tiga kali dengan interval pemberian selang sehari, memberi daya perlindungan 6 tahun. Vaksin ini diberikan pada anak berumur diatas 2 tahun. Vaksin yang berisi komponen Vi dari Salmonella typhi diberikan secara suntikan intramuskular memberikan perlindungan 60-70% selama 3 tahun.


0 comments:

Jangan lupa "Follow"

Jangan Lupa "Like"

Popular Minggu Ini

Entri Santai Terkini

Arkib

Menarik Tertarik